Category 1




Anda Pengunjung Ke

Minggu, 13 Juni 2010

Taubat dan Raja’

Bab 3
Taubat dan Raja’

A. Taubat (Mohon Pengampunan kepada Allah)
•      
Artinya : “Sesungguhnya Allah itu menyukai orang-orang yang tobat kepada-Nya dan dia menyukai orang-orang yang membersihkan diri.” (QS Al Baqarah : 222)
Taubat adalah proses menyadari kesalahan yang telah diperbuat dan berupaya sekuat hati untuk tidak melakukannya kembali atau permohonan ampun kepada Allah SWT atas kesalahan (kekhilafan) dan atas perbuatan dosa yang telah dilakukannya
Hadis Nabi Muhammad SAW yang artinya : “Sesungguhnya Allah menerima tobat hambanya selagi ia belum tercungak-cungak hendak mati (nyawanya berbalik-balik dikerongkongan).” (HR Ahmad)
Beberapa kriteria orang yang bertaubat.
1. Orang yang bertaubat sesudah melakukan kesalahan. Orang ini diampuni dosanya.
       •    
Artinya : “Selain orang-orang yang taubat sesudah berbuat kesalahan dan mengadakan perbaikan, sesungguhnya Allah maha pengampun dan maha penyayang.” (QS Ali Imran : 89)
2. Taubat seseorang ketika hampir mati atau sekarat. Taubat semacam ini sudah tidak dapat diterima
     •                    
Artinya : “Dan tidaklah tobat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal dan setelah kepada seorang diantara mereka, (barulah) ia mengatakan : Sesungguhnya saya bertobat sekarang. Dan tidak pula (diterima tobat) orang-orang yang mati sedang mereka dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah kami sediakan siksaan yang pedih.” (QS An Nisa : 18)
3. Taubat nasuha atau taubat yang sebenar-benarnya. Taubat nasuha adalah taubat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh atau semurni-murninya. Taubat semacam inilah yang dinilai paling tinggi (QS. At Tahrim [66]: 8)
Taubat nasuha dapat dilakukan dengan proses sebagai berikut:
1) Segera mohon ampun dan meminta tolong hanya kepada Allah (QS An Nahl : 53)
2) Meminta perlindungan dari perbuatan setan atau iblis dan dari kejahatan makhluk lainnya. (QS An Nas : 1-6, Al Falaq : 1-5, dan An Nahl : 98)
3) Bersegera berbuat baik atau mengadakan perbaikan, dengan sungguh-sungguh, sesuai keadaan, tidak melampaui batas, dan hasilnya tidak boleh diminta segera (QS Al A’raf : 35, Hud : 112, Al Isra’ : 17-19, Al Anbiya : 90 & 37, Az Zumar : 39) serta sadar karena tidak semua keinginan dapat dicapai. (QS An Najm : 24-25)
4) Menggunakan akal dengan sebaik-baiknya agar tak dimurkai Allah (QS Yunus : 100) dan menggunakan pengetahuan tanpa mengikuti nafsu yang buruk (QS Hud : 46 dan Ar Rum : 29) serta selalu membaca ayat-ayat alam semesta Al Qur’an (QS Ali Imran : 190-191), mendengarkan perkataan lalu memilih yang terbaik (QS Az Zumar : 18), dan bertanya kepada yang berpengetahuan jika tidak tahu (QS An Nahl : 43)
5) Bersabar (QS Al Baqarah : 155-157) karena kalau tidak sabar orang beriman dan bertakwa tidak akan mendapat pahala (QS Al Qasas : 30)
6) Melakukan salat untuk mencegah perbuatan keji dan munkar (QS Al Ankabut : 45) dan bertebaran di muka bumi setelah selesai salat untuk mencari karunia Allah dengan selalu mengingat-Nya agar beruntung (QS Al Jumuah : 9-10)
7) Terus menerus berbuat baik agar terus menerus diberi hikmah (QS Yusuf : 22, Al Qasas : 4, Al Furqan : 69-71, At Taubah : 11 dan Al mukmin : 7)

Tiga syarat taubat nasuha sebagai berikut:
1) Harus menghentikan perbuatan dosanya
2) Harus menyesali perbuatannya
3) Niat bersungguh-sungguh tidak akan mengulangi perbuatan dosa itu lagi.
4) Mengganti dengan perbuatan yang baik, dan apabila ada hubungan dengan hak-hak orang lain, maka ia harus meminta maaf dan mengembalikan hak pada orang tersebut.

B. Raja’ (Mengharap Keridhaan Allah)
Ciri-ciri raja’ atau optimis yaitu:
1. Dalam berusaha (ikhtiar) seseorang akan mengawali dengan niat yang baik, yaitu karena Allah swt
2. Senantiasa berpikir positif dan dinamis, memiliki pengharapan yang baik bahwa usahanya akan berhasil, serta berani menghadapi resiko yang menghadang
3. Munculnya sifat ulet, pantang menyerah dalam menghadapi cobaan sehingga akan menjadikannya mampu berpikir kritis
4. Selalu bertawakal kepada Allah setelah usaha yang dilakukan. Ia sadar bahwa kewajiban manusia hanya berusaha dari Allah yang menentukan
5. Tidak lekas merasa puas atas apa yang diraih dan selalu berusaha meningkatkan diri
6. Jika ia menjadi orang yang berhasil, akan menyadari bahwa segala keberhasilannya berkat karunia Allah, ia tidak lupa untuk menafkahkan sebagian hasil jerih payahnya untuk beramal dan membantu mereka yang membutuhkan












LATIHAN
A. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d atau e sesuai dengan jawaban paling tepat!
1. “Sesungguhya Allah menyukai orang yang taubat kepada-Nya dan dia menyukai ….”
a. orang-orang yang membersihkan dirinya d. orang-orang yang beribadah
b. orang-orang yang bertaubat e. orang-2 yang memanfaatkan saudaranya
c. orang-orang yang selalu ingat kepadanya
2. “Bahwasanya Allah menerima taubat hamba-Nya selagi ia belum tercungap-cungap hendak mati.” Hadis tersebut diriwayatkan oleh …
a. Bukhari d. At Turmuzi
b. Ahmad e. Ibnu Majjah
c. Muslim
3. “Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah! Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya sebanyak 100 kali dalam sehari.” Kalimat tersebut adalah…
a. firman Allah SWT d. perkataan orang bijak
b. ucapan para rasul e. perkataan ulama
c. perkataan nabi Muhammad SAW
4. Yang tidak termasuk contoh sikap optimis ialah …
a. benar d. usaha
b. sabar e. cepat
c. potensi
5. “Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang diantara mereka …” Ayat tersebut kita temui dalam surat …
a. An Nisa : 14 d. An Nisa : 17
b. An Nisa : 15 e. An Nisa : 18
c. An Nisa : 16
6. Taubat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh dengan penyesalan serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatan dosa disebut …
a. taubat biasa d. taubat ustadz
b. taubat orang mukmin e. taubat ulama
c. taubat nasuha
7. Yang tidak termasuk syarat taubat nasuha adalah …
a. menghentikan perbuatan dosa d. dilakukan kapan saja
b. menyesali perbuatan dosa e. mohon maaf kepada orang yang dirugikan
c. berjanji tidak akan mengulangi perbuatan dosa
8. Kita selalu diperintahkan untuk bersikap optimis dalam segala hal sehingga yang kita cita-citakan dapat tercapai. “Janganlah kamu bersifat lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya)…” (QS. Ali Imran: 139)
a. jika kamu orang-orang yang beriman d. jika kamu orang yang bertakwa
b. jika kamu orang-orang yang mengetahui e. jika kamu orang yang bertaubat
c. jika kamu orang-orang yang berfikir
9. “Ridha Allah tergantung kepada ridha orang tua.” Hal ini Allah perlihatkan dalam kisah …
a. Malin Kundang d. Sangkuriang
b. Alqamah e. Hindun
c. Batu menangis
10. “Berbakti kepada kedua orang tua harus didahulukan dari pada kepada orang lain.” Hadis ini diriwayatkan oleh …
a. Bukhari d. Ibnu Hibban
b. Muslim e. Hakim
c. Abu Daud
11. Seseorang dilarang untuk mematuhi orang tuanya apabila mereka menyuruh untuk …
a. menuntut ilmu pengetahuan d. menyekutukan Allah
b. menikahi seseorang yang tidak dicintai e. melakukan perbuatan yang tidak disukai
c. membelanjakan harta di jalan Allah
12. Yang tidak termasuk perbuatan memuliakan orang tua adalah …
a. silaturahmi kepada orang tua d. melakukan salam
b. mengucapkan salam e. melakukan perbuatan yang dinginkan orangtua
c. melakukan perbuatan yang menyenangkan
13. Perilaku yang tidak termasuk kesalahan atau kekhilafan yang dilakukan terhadap orang lain, dapat kita temui dalam surah …
a. An Nisa : 38 d. An Nisa : 35
b. An Nisa : 37 e. Al Humazah : 1-2
c. An Nisa : 36
14. Orang-orang yang tidak menggunakan akalnya dimurkai Allah. Pernyataan Allah ini terdapat dalam surah …
a. Yunus : 100 d. Yunus : 103
b. Yunus : 101 e. Yunus : 104
c. Yunus : 102
15. Kata taubat berasal dari kata “ taba-yatubu” yang berarti…
a. Berserah d. datang
b. Pasrah e. hidayah
c. pulang
16. Menyesal dalam hati memohon ampun dengan lisan dan berjanji untuk tidak menglangi perbuatan dosa lagi merupakan tahapan yang harus dijalani bila kita menginginkan taubat kita diterima Allah swt. Taubat semacam ini disebut dengan taubat…
a. Nasiah d. Magfirah
b. Hasanah e. Wujubi
c. Nasuha
17. Kalimat tayibah yang khusus memohon ampun kepada Allah swt dari kesalahan dan dosa disebut dengan …
a. Dzikir d. Istigfar
b. Tasbih e. Ta’audz
c. Takbir
18. Rasa pengharapan adalah pengertian dari …
a. khauf d. mahabbah
b. raja’ e. habibah
c. saja’ah
19. Merasa takut kepada Allah swt disebut…
a. mahabbah d. khauf
b. raja’ e. amarah
c. taubah
20. Istigfar menurut bahasa berarti:
a. Mohon ijin d. Meminta pertolongan
b. Mohon ampunan e. Meminta jodoh
c. Mohon berkah

B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jelas dan benar!
1. Jelaskan pengertian taubat!
2. Sebutkan tiga syarat taubat nasuha!
3. Jelaskan kandungan surat at-Tahrim : 8!
4. Tulislah surat al-Maidah ayat 39 dengan tulisan arab yang benar
5. Mengapa ridha Allah tergantung kepada ridha orang tua? Jelaskan!
6. Sebutkan maksud surat Al Isra : 23-24!
7. Sebutkan lima keutamaan berbakti kepad orang tua
8. Apakah yang kamu ketahui mengenai optimis? Jelaskan!
9. Sebutkan maksud surat Ali Imran ayat 39!
10. Jelaskan yang dimaksud dengan mengenali diri!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Santai Sejenak


Masukkan Code ini K1-9793BE-X
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com
Produk SMART Telecom
 

Pengikut

Bagaimana menurut Anda Web ini?

Arsip Blog

Copyright © 2009 by Joko Siswanto
Themes : Magazine Style by Blogger Magazine