Category 1




Anda Pengunjung Ke

Rabu, 09 Juni 2010

PERINGATAN HARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA 2010

Siaran Pres
Kementerian Lingkungan Hidup
PERINGATAN HARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA 2010


Jakarta, 8 Juni 2010, Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2010 bertemakan “Many Species. One Planet. One Future” yang kemudian di Indonesia diterjemahkan menjadi “Keanekaragaman Hayati, Masa Depan Bumi Kita”.

Sebagaimana yang masih kita rasakan bersama bahwa berbagai bencana lingkungan, seperti banjir, kekeringan dan tanah longsor masih sering terjadi di Indonesia. Terjadinya kerusakan ekologis antara lain disebabkan oleh berubahnya fungsi lahan yang tidak sesuai lagi dengan peruntukannya, maraknya penebangan hutan secara liar (illegal logging), pembakaran hutan dan lahan serta berkurangnya ruang terbuka hijau. Selain kerusakan lingkungan, hal yang mengancam peri kehidupan kita adalah pencemaran yang masih parah dimana berbagai media lingkungan kita seperti sungai, udara, tanah dan laut masih memiliki kualitas lingkungan yang buruk. Kondisi ini tidak hanya mengancam kesehatan dan keselamatan namun juga menurunkan potensi kualitas sumber daya manusia kita dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompetitif. Lingkungan yang polutif ini diakibatkan ulah kita baik dalam kehidupan sehari-hari seperti bersampah, bertransportasi hingga kegiatan industri dan pertambangan yang besar.


Konsekuensi logis akibat ulah manusia ini yang salah satunya menjadi perhatian banyak orang sedunia adalah adanya akumulasi gas rumah kaca. Fenomena ini dikenal dengan pemanasan global yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim. Kondisi ini memperparah menurunnya nilai dan fungsi lingkungan hidup yang tidak hanya mengancam peri kehidupn manusia secara langsung, namun lebih luas lagi mengancam seluruh spesies yang tinggal di bumi. Oleh karenanya, Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2010 yang dicanangkan oleh United Nations Environment Programme (UNEP) adalah “Many Species, One Planet, One Future”.

Makna dari beragam dan banyak spesies ini dapat diterjemahkan sebagai keanekaragaman hayati yang merupakan kekayaan alam yang dilimpahkan Tuhan YME sebagai titipan kepada kita semua untuk dapat diwariskan kepada generasi yang akan datang. Selain daripada itu tahun 2010 ditetapkan pula sebagai “Tahun Keanekaragaman Hayati Internasional”. Indonesia, melalui Kementerian Lingkungan Hidup, dengan mengadopasi semangat seluruh bangsa di dunia, maka dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2010, mengusung tema “Keanekaragaman Hayati, Masa Depan Bumi Kita”.

Hal ini krusial karena masih terjadi pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berlebihan sehingga mengancam tatanan dan fungsi ekosistem. Keanekaragaman hayati merupakan unsur pembentuk kelestarian lingkungan hidup yang berfungsi sebagai penopang utama kelangsungan hidup dan kesejahteraan manusia. Pemanfaatan hasil bumi serta pengelolaan lingkungan menjadi tanggung jawab kita semua yang tidak terbatas dalam wilayah administrasi suatu daerah bahkan suatu negara. Sehubungan dengan itu, himbauan untuk bersama-sama melestarikan lingkungan hidup perlu terus dikumandangkan. kebersamaan ini sangat penting karena sejalan dengan inisiatif Indonesia dalam upaya penurunan emisi sebesar 26% dari business as usual pada tahun 2020 dimana sekitar sepertiganya diharapan kontribusi dari masyarakat luas.

Berbagai lapisan bangsa, baik pemerintah, LSM, dunia usaha dan masyarakat dari berbagai penjuru tanah air telah berupaya melakukan pelestarian nilai dan fungsi lingkungan hidup. Sebagai bentuk apresiasi Pemerintah atas peran serta warga maupun kelompok masyarakat, berbagai penghargaan disampaikan pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini.

I. Kalpataru
Dewan Pertimbangan Kalpataru dipimpin oleh Sdr. Prof. Dr. Didin Sastrapadja. Penghargaan Kalpataru diberikan kepada individu maupun kelompok masyarakat yang telah berjuang demi pelestarian lingkungan hidup, sebagai berikut:

A. Kategori Perintis Lingkungan:

1. Sdr. Djohan Riduan Hasan, Kelurahan Girimaya, Kota Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
2. Sdr. Mateus Bere Bau, Desa Kewar, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur
3. Sdr. Mahyiddin, Kelurahan Aneuk Laot, Kota Sabang, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
4. Sdr. Kholifah, Desa Kedungringin, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur
5. Sdr. Ujang Solikhin, Desa Kertasari, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat

B. Kategori Pengabdi Lingkungan, kepada:

Sdr. Yohanes Ebo, SP, Kelurahan Waiwerang, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur
Sdr. Sumadi, Desa Warujayeng, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur

C. Kategori Penyelamat Lingkungan, kepada:

LSM PILIHI Dairi pimpinan Sdr. Hasoloan Manik dari Kecamatan Sitinjo, Sidikalang, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara
KPSA Puspita Hijau didirikan oleh Sdr. Masdjidin, dari Dusun Sulek Timur, Desa Sulek, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur
LSM Rekonvasi Bumi pimpinan Sdr. N.P. Rahadian dari Kelurahan Tembong, Kota Serang, Provinsi Banten

D. Kategori Pembina Lingkungan, kepada:

Sdr. Dra. Endang Sulistyowati, guru biologi dan pendidikan lingkungan hidup SMAN 2 Kota Probolinggo, Provinsi Jawa Timur
Sdr. Prof. Dr. H. Sudijono Sastroatmodjo, M.Si, dari Kelurahan Sampangan, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah

II. Program Adipura

Kementerian Lingkungan Hidup berupaya mendorong peningkatan kebersihan dan keteduhan kota melalui Program Adipura. Program ini memberikan pengaruh yang signifikan pada peningkatan kinerja pengelolaan lingkungan di beberapa kota menjadi kota yang lebih bersih, teduh dan nyaman. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan sebesar 11% jumlah kota yang menerima penghargaan Adipura dari tahun 2009 sejumlah 126 kota menjadi 140 kota pada Tahun 2010. Peningkatan tersebut tidak terlepas dari meningkatnya peran serta masyarakat dalam pengelolaan lingkungan serta semakin besarnya tuntutan masyarakat akan peningkatan kualitas lingkungan. Selain itu pula Pemeritah Daerah mulai menerapkan UU No 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah.

III. Program Adiwiyata

Program ini bertujuan untuk membangun sekolah peduli dan berbudaya lingkungan hidup. Dalam rangka memperkuat program ini dan lebih luas lagi untuk pengembangan Pendidikan Lingkungan Hidup dilakukan pembaharuan kerjasama antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Pendidikan Nasional pada bulan Februari 2010.

Dewan Pertimbangan Penghargaan Adiwiyata Tahun 2010 yang diketuai oleh Sdr. Prof. Dr. H. Arief Rahman, M.Pd. telah menetapkan 25 Sekolah Adiwiyata Mandiri, 67 Sekolah Adiwiyata dan 37 Calon Sekolah Adiwiyata.

IV. Laporan Status Lingkungan Hidup Indonesia

Data dan informasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam menetapkan kebijakan pengelolaan lingkungan hidup baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk itu Kementerian Lingkungan Hidup menerbitkan Laporan Status Lingkungan Hidup Indonesia 2009. Laporan tersebut merupakan salah satu perwujudan pelaksanaan tata kepemerintahan yang baik (good governance) dan merupakan acuan bagi para pengambil keputusan dalam pembangunan lingkungan hidup.

V. Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah

Dalam upaya pemerintah melaksanakan inventarisasi sumber daya alam dan lingkungan hidup serta sebagai sarana penyampaian data dan informasi kondisi lingkungan hidup yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009, Kementerian Lingkungan Hidup kembali memberi motivasi pemerintah daerah untuk menyusun Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD). Pada tahun 2010 ini, Kementerian Lingkungan Hidup melakukan evaluasi penilaian terhadap laporan SLHD 2009 yang berasal dari 22 pemerintah daerah provinsi, dan 191 pemerintah daerah kabupaten/ kota.

VI. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup

Berdasarkan pemantauan kondisi lingkungan hidup tahun 2006-2009 telah dihitung indeks kualitas lingkungan hidup yaitu kondisi atau kualitas lingkungan hidup secara utuh dalam satu nilai yang merupakan gabungan dari indikator-indikator kualitas air dan udara, serta tutupan lahan/hutan. Kualitas lingkungan hidup terbaik menurut kepulauan atau pulau-pulau besar berdasarkan nilai indeks berturut-turut adalah: (1). Maluku dan Papua; (2). Sulawesi; (3). Bali dan Nusa Tenggara; (3). Sumatera; (4). Kalimantan; dan (5) Jawa. Sedangkan provinsi dengan kualitas lingkungan hidup terbaik dari 33 propinsi berdasarkan nilai indeks, yaitu Provinsi-Provinsi: (1). Sulawesi Utara; (2). Sumatera Barat; (3). Bali; (4). Nusa Tenggara Barat; dan (5). Bengkulu.

VII. Dana Alokasi Khusus Bidang Lingkungan Hidup (DAK LH)

Sejak tahun 2006 telah dialokasikan anggaran Dana Alokasi Khusus Bidang Lingkungan Hidup (DAK LH) kepada kabupaten dan kota di seluruh Indonesia dengan tujuan agar Pemerintah Kabupaten/ Kota dapat meningkatkan kemampuan mengelola lingkungan hidupnya di daerahnya. Selanjutnya, untuk tahun 2010 ini, melalui seleksi yang ketat oleh Pemerintah Daerah Provinsi dan Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup Regional, maka dari 504 Kabupaten/ Kota penerima DAK LH telah memunculkan lima Kabupaten/ Kota sebagai pelaksana DAK LH terbaik, berturut-turut adalah: (1). Kabupaten Hulu Sungai Selatan; (2). Kota Surabaya; (3). Kota Pariaman; (4). Kota Manado; dan (5). Kota Mataram.

VIII. Prangko Sampul Hari Pertama Seri Peduli Lingkungan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2010

Prangko Sampul Hari Pertama Seri Peduli Lingkungan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2010 memiliki tema “Many Species. One Planet. One Future” dan “Keanekaragaman Hayati, Masa Depan Bumi Kita”.

Informasi lebih lanjut:
DR. Henry Bastaman, Deputi Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), telp/fax: 021-8580087; henribastaman@menlh.go.id Alamat surel ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya , didagardera@yahoo.com Alamat surel ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya

Sumber: http://www.menlh.go.id/home/index.php?option=com_content&view=article&id=4628%3Asiaran-pres-peringatan-hari-lingkungan-hidup-sedunia-2010&catid=43%3Aberita&Itemid=73&lang=id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Santai Sejenak


Masukkan Code ini K1-9793BE-X
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com
Produk SMART Telecom
 

Pengikut

Bagaimana menurut Anda Web ini?

Arsip Blog

Copyright © 2009 by Joko Siswanto
Themes : Magazine Style by Blogger Magazine